3 Hal Yang Harus Diperhatikan Penggembira Untuk Masuk Kota Solo dan Parkir Kendaraan

2
29
Ilustrasi Jalan Tol dan Exit Tol Solo. foto : Dok. Panitia Muktamar 48

CIREBONMU.COM, SURAKARTA – Sejumlah hal penting disampaikan panitia seksi transportasi Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah kepada penggembira yang ingin datang ke Kota Solo dan sekitarnya (Solo raya).

Hal hal yang disampaikan panitia ini terkait akses masuk mendekat Kota Solo serta parkir transportasi yang digunakan penggembira.

Panitia Seksi Transportasi, Aris Purwanto, saat ditemui pada Selasa (15/11/22) mengatakan ada tiga hal yang harus diperhatikan penggembira untuk masuk ke kota Solo yang membawa kendaraan.

 1. Peserta diturunkan saja (drop off) di dekat Kota Solo

Pertama, penggembira masuk mendekati venue muktamar di Kota Solo diharapkan diturunkan (drop off)  di dekat Kota Solo.

Setelah drop off maka kendaraan yang digunakan seperti bus dan lainnya bisa mencari tempat parkir di luar kota Solo.

Aris mengharapkan penggembira ke Kota Solo hanya drop off. Habis drop off, bus penggembira bisa cari tempat parkir sejauh jauhnya dari Kota Solo. Kemana? Boleh  masuk tol lagi ke kota kota penyangga seperti Boyolali, Karanganyar, Sragen. Atau kembali ke penginapan penggembira masing masing di AUM dan masjid yang sudah disediakan.

Baca Juga : Seribuan Ojekmu Siap Angkut Penggembira, Ini Cara Kerjanya

“Kalau penggembira tidak drop, bus cari lahan parkir di area Gedung Edutorium, Gedung Siti Walidah UMS dan De Tjolomadoe akan sangat membebani jalan raya di Kota Solo karena jalan rayanya terbatas. Kota Solo itu tidak punya banyak jalan besar untuk parkir,” kata Aris Purwanto yang juga anggota PDPM Kota Surakarta.

Aris menyebut jalan raya menuju Kota Solo ataupun jalan raya di Kota Solo tidak banyak. Hanya ada beberapa jalan raya besar yaitu Jalan Ahmad Yani Kartasura di depan UMS, Slamet Riyadi, Adi Sucipto dan Adi Soemarmo.

“Jalan Adi Soemarmo di belakang Hotel Alana terlalu kecil. Jalan Adi Sucipto dipakai (akses) muktamar tidak ditutup, sifatnya kita biarkan macet alami,” kata Aris.

Jalan Ahmad Yani menjadi akses bus sehingga diperkirakan kondisi jalan menjadi padat. Jalan Sementara itu Slamet Riyadi adalah jalan kota sehingga tidak dimanfaatkan lahan parkir, hanya bisa untuk arus lalu lintas.

Baca Juga : Berikut Lokasi Dapur Umum Untuk Penggembira Muktamar Yang Disiapkan MDMC Jateng

2. Tempat parkir

Menjawab pertanyaan apakah disediakan tempat parkir bagi penggembira, Aris menerangkan, untuk tempat parkir transportasi penggembira ada beberapa opsi.

Namun Aris juga menyampaikan bahwa berapapun tempat parkir yang disiapkan panitia tidak akan cukup mengingat jalan di Kota Solo tidak sepanjang jumlah mobil atau bus yang datang.

“Jadi sifatnya kita memberi referensi, bukan memberi fasilitas untuk mencukupi  karena jelas jumlah bis yang akan datang ke Solo tidak sebanding dengan wilayah kota Solo,” kata Aris.

Baca Juga : 161 Santri Ponpes Darul Ihsan Long March 48 Km dari Sragen Menuju Edutorium UMS

Opsi tempat parkir bagi penggembira di sisi barat adalah terminal lama dan terminal baru Sukoharjo yang berada di Kartasura.

Dari sisi timur ada terminal Tirtonadi, Sisi selatan ada beberapa lahan untuk parkir baik yang berbayar atau tidak berbayar di Jalan Ir. Soekarno Sukoharjo.

3 Hal Yang Harus Diperhatikan Penggembira Untuk Masuk Kota Solo dan Parkir Kendaraan CirebonMU
Gerbang Tol Ngemplak akses masuk Kota Solo. (Dok. Panitia Muktamar 48)

Ada lahan The Park Mall yang bisa memuat banyak bus  dengan biaya Rp 150 ribu per hari per 1 bus. Sementara untuk kapasitasnya berapa diserahkan ke instansi tersebut.

Drop off penggembira sebisa mungkin di area wilayah Colomadu setelah itu (bus) geser keluar dari kota Solo. Kalau imbauan kami silakan masuk tol lagi,” kata Aris.

Agar bus tidak memenuhi Colomadu, maka penggembira mesti memahami bahwa yang dilakukan bukan parkir dekat dengan Edutorium.

Baca Juga : Lazismu Pekalongan Bantu Rehab Rumah Warga Kajen Korban Puting Beliung

“Kita konsepnya mendekat saja, dekatnya mana. bukan sedekat mungkin. Sebisanya dekat. Kalau penggembira memaksakan diri drop off di Edutorium dan Colomadu efeknya adalah jalan akan terkunci (macet),” kata Aris.

3. Manfaatkan Jalan Tol

Untuk akses penggembira bisa mendekat ke Kota Solo bisa melewati tol. Pada tanggal 18-21 November bagi peserta dan penggembira silakan masuk tol. bagi masyarakat umum yang hanya melewati Kota Solo, silakan masuk tol,  hindari Kota Solo pada waktu-waktu itu.

Ada 3 exit tol yang bisa diakses penggembira untuk mendekat ke Kota Solo. Yaitu pintu tol Klodran, Bandara dan Kartasura.

“Tiga ini titik A tapi tidak bisa kita paksakan harus exit di titik A ini. Kalau tanggal 19 serentak penggembira datang semua dan tiga titik ini macet, bisa melebar baik di Sawit, Salatiga, Sragen Timur Mantingan,” kata Aris.

“Silakan, setelah drop off bisa masuk di tol menuju kota kota penyangga ataupun kembali ke tempat-tempat penginapan,” ujar Aris. (yan/rilis)

Sumber : muktamar48.id

www.cirebonmu.com

Berita Terkait :

Mulai Bebas Pajak Reklame Sampai Kantong Parkir, Pemkab Sukoharjo Dukung Penuh Muktamar Muhammadiyah Ke-48

Kantong Parkir Dibahas Serius Saat Rakornis Panitia Muktamar Muhammadiyah Ke-48 Dengan Pemkot Surakarta

Super Apps Muktamar Masuk Tahap Uji Coba Dan Integrasi Data Penggembira  Transportasi, Tempat Wisata, Media

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini