Perkuat Dakwah Berkemajuan, ‘Aisyiyah Siap Tampung Kader Muda

2
63
Muktamar Talk diselenggarakan TVMU bertajuk “Kepemimpinan Transformatif ‘Aisyiyah di Masa Depan”, Selasa (8/11/2022).

CIREBONMU.COM, SURAKARTA – Kepemimpinan ‘Aisyiyah masa depan harus mengakomodasi kader-kader muda potensial untuk masuk dalam jajaran kepengurusan. Keberadaan anak-anak muda tersebut sangat dibutuhkan untuk memperkuat dakwah Islam berkemajuan.

Hal ini disampaikan sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, M.Si dalam Muktamar Talk bertajuk “Kepemimpinan Transformatif ‘Aisyiyah di Masa Depan”, Selasa (8/11/2022).

“Tantangan dakwah ke depan sangat berat. Para pemimpin ‘Aisyiyah harus mampu membangun kultur organisasi baru, beradaptasi, dan melakukan penyesuian-penyesuaian dalam strategi dakwahnya,” katanya.

Tri Hastuti menjelaskan, salah satu tantangan berat ke depan adalah masalah digitalisasi. Teknologi dari tahun ke tahun akan terus berkembang. Hal ini membuat para pemimpin ‘Aisyiyah di semua level harus memiliki kemampuan beradaptasi dalam mengelola organisasi.

Baca Juga : Ketum Muhammadiyah Paparkan Muktamar Bahas Isu Strategis Tahun Politik 2024

“Bagaimana mengelola organisasi di tengah perkembangan digital yang luar biasa. Ada dakwah digital, di mana ‘Aisyiyah harus mampu membawa nilai-nilai Islam berkemajuan. Tantangan ini harus dijadikan peluang, sehingga bisa mengembangkan organisasi menjadi lebih kuat,” ujar dia.

Tri Hastuti lalu menyebut pengalaman di masa pandemi covid-19. Di masa itu, seluruh aktivitas organisasi tidak bisa dilakukan dengan tatap muka. Karena itu, forum-forum online digelar sangat massif.

Dengan pengalaman itu, terang dia, banyak kader ‘Aisyiyah yang akhirnya bisa melek teknologi. Mereka dipaksa belajar cepat agar bisa menggunakan instrumen-instrumen digital. 

“Hasilnya kemarin, saat simulasi e-voting, semuanya berjalan lancar. Mulai dai proses awal sampai ke bilik. Mereka benar-benar bisa maksimal dalam memanfaatkan teknologi,” jelas Tri Hastuti .

Baca Juga : Sebelas Ribu Penonton Akan Ikuti Mata Najwa Spesial Muktamar, Berikut Potret Persiapan

Disinggung soal pemilihan kepemimpinan ‘Aisyiyah dalam Muktamar ke-48 mendatang, Tri Hastuti menjelaskan jika sekarang sudah ada 105 nama yang akan dipilih dari Tanwir ‘Aisyiyah. Dari 105 nama itu akan dipilih menjadi 39 orang di muktamar mendatang. 

 “Kalau di ‘Aisyiyah modelnya memilih 13 pemimpin, kemudian dipilih 7 orang yang bersidang sebagai formatur. Nanti ada tambahan 10 orang, sehingga pimpinan ‘Aisyiyah sebanyak 23 orang,” bebernya.

Kata dia, pemilihan kepemimpinan ‘Aisyiyah melalui formatur, prosesnya melalui musyawarah mufakat. Siapa yang ditunjuk menjadi ketua, sekretaris, bendahara, dan seterusnya.

Perkuat Dakwah Berkemajuan, ‘Aisyiyah Siap Tampung Kader Muda CirebonMU
Muktamar Talk diselenggarakan TVMU bertajuk “Kepemimpinan Transformatif ‘Aisyiyah di Masa Depan”, Selasa (8/11/2022). foto : tim media muktamar 48

Menurut dia, kepemipinan ‘Aisyiyah seperti halnya Muhammadiyah menganut azas kolektif kolegial. Di mana dalam mengelola organisasi, setiap keputusan tidak hanya dilakukan satu orang, tapi dimusyawarahkan bersama-sama.

Acara yang diselenggarakan TVMU tersebut juga menghadirkan Ketua PP Nasyiatul ‘Aisyiyah Diyah Puspitarini, M.Pd.  Diyah mengatakan, mereka yang dipilih menjadi pemimpin di ‘Aisyiyah harus sudah selesai dengan urusan atau .persoalan dirinya.

 “Istilah di Muhammadiyah bukan pengurus, tapi pemimpin. Itu artinya pemimpin di atas level kader. Kader itu inti penggerak. Pemimpin yang mengelola, dia harus bisa memimpin diri sendiri dan organisasi,” jelasnya.

Dia juga sepakat dengan model kepemimpinan kolektif kolegial karena sangat efektif dan sudah terbukti. Dengan model ini tidak pemilihan pimpinan berdasarkan kompetensi dan keputusan-keputusan yang diambil tidak subjektif, tapi sangat objektif.

Baca Juga : Bantuan Hunian Untuk Warga Penyintas APG Gunung Semeru Siap Diresmikan Muhammadiyah

Diyah juga menyoroti tentang keberadaan ‘Aisyiyah yang memberikan  kontribusi besar untuk bangsa ini. “Kita tahu Aisyiyah ini sebagai organisasi progresif bukan hanya di Indonesia tapi dunia, Tidak ada organisasi muslim perempuan yang seprogresif ‘Aisyiyah,” tegasnya.

“Coba kalau tak percaya dicari saja, organisasi perempuan mana yang punya universitas, hanya ‘Aisyiyah,” imbuh dia.

Bagi Diyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) melihat ‘Aisyiyah tidak hanya sebagai ibu, tapi juga panutan dalam mengelola organisasi. NA selalu berupaya meniru ‘Aisyiyah dalam  mengelola potensi, membangun organisasi, dan sebagainya. Diyah juga sepakat kepemimpinan ‘Aisyiyah mendatang bisa berkolaborasi dengan anak-anak muda. Kolaborasi antara kader senior dan kader muda yang inovatif, kreatif, memiliki banyak jaringan. (yan/rilis)

Sumber : Media Center Panitia Muktamar 48

www.cirebonmu.com

https://tvmu.tv

Berita Terkait :

Muktamar ‘Aisyiyah ke-48 Adalah Muktamar Monumental, Ini 4 Alasannya

Sepuluh Isu Strategis Akan Dibahas Di Muktamar ke-48 ‘Aisyiyah

‘Aisyiyah Berkebudayaan Meriahkan Sidang Pleno I Muktamar ke-48

‘Aisyiyah Siap Menuju Muktamar ke-48 di Bulan November Mendatang

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini