PP Nasyiatul Aisyiyah Gelar Seminar, Peringati Hari Kesehatan Mental

0
132

CIREBONMU.COM  —  Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PP NA) gelar seminar “When Mom is Happy, Everyone is Happy” yang diadakan pada Sabtu, (28/10/2023) melalui Zoom Meeting. Seminar ini bertujuan Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan peran dan kerjasama orang tua dalam pengasuhan anak. Adapun melalui seminar ini dikaji tiga topik yang berkaitan dengan tema utama. Ketiga topik itu disampaikan secara daring oleh Winda Susra, Elisa Kurniadewi, dan Rahmat Hidayat.

Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Ariati Dina Puspitasari kegiatan ini terselenggara karena bantuan dari berbagai pihak. “Tanpanya kegiatan ini hanya diketahui oleh sebagian kecil anggota PP NA,” ujar Ariati.

Ariati juga menjelaskan bahwa kesehatan mental di Indonesia yang dilansir dari Kemenkes banyak dialami oleh perempuan dengan rentang usia 10-35 tahun dengan presentasi paling besar mengalami depresi dan bahkan mengakibatkan bunuh diri. “Mengapa anak-anak ikut depresi dan stres? 10-17 tahun itu masih kategori remaja. Peran ibu ketika ibu happy, anak dan keluarga bisa menjadi lebih bahagia, jauh dari gangguan kesehatan mental,” kata Arianti.

Pada sesi pertama, Winda Susra yang merupakan seorang dokter, ibu muda sekaligus anggota Departemen Kesehatan dan Lingkungan PPNA berbagi informasi dengan tema “New Mom: Adaptasi dan Antisipasi”.

PP Nasyiatul Aisyiyah Gelar Seminar, Peringati Hari Kesehatan Mental CirebonMU

Winda Susra menyampaikan bahwa seorang ibu muda yang baru pertama kali menjadi seorang ibu rentan mengalami depresi, apalagi setelah kelahiran bayi. “Seorang ibu muda (new mom) pasti mengalami perubahan, baik secara fisik atau mental sehingga harus mampu beradaptasi,” kata Winda.

Pada sesi berikutnya, Elisa Kurniadewi, seorang psikolog turut berbagi materi yang mengusung tema “Kesiapan Mental Perempuan Menjadi Seorang Ibu”.

Elisa menyampaikan bahwa kesehatan mental merupakan keadaan sejahtera mental yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dengan baik dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitasnya. “Untuk mengelola stres, kita perlu melakukan inhale exhale. Orang-orang yang tidak bisa mengelola stresnya maka pikirannya tidak bisa jernih,” jelas Elisa.

Pada sesi terakhir, Rahmat Hidayat sekaligus Co-Funder Ayah ASI menyampaikan materinya yang bertajuk “Peran Ayah dan Suami: Pengasuhan Anak dan Support System Ibu”.

Rakhmat menyampaikan bahwa saat ini masyarakat masih belum siap jika laki-laki terlibat di dalam pengasuhan dan urusan rumah tangga. “Misalnya ketika ke kantor, seorang bapak belum siap jika harus telat karena mengurus anak, menemani istri ke posyandu/kontrol, dan lainnya,” kata Rakhmat. (yn/lia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini