Bagaimana Pemilihan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2022 – 2027? Ini Mekanismenya

2
62
Simulasi e-voting pemilihan  tahap kedua di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. (foto : Panitia Muktamar 48)

CIREBONMU.COM, SURAKARTA – Muhammadiyah memberi contoh cara demokrasi yang baik melalui mekanisme pemilihan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang anggun, demikian disampaikan Ketua Panitia Pusat Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah, Drs. Marpuji Ali, M.Si saat mengikuti Media Gathering dengan pimpinan redaksi media massa Jawa Tengah dan awak media di Solo di Gedung Siti Walidah UMS, Jumat malam (11/11/22).

“Muktamar itu ada pergantian pimpinan. Tapi proses yang terjadi di Muhammadiyah ini,  tidak ada, bahasanya itu adalah orang Muhammadiyah  yang melamar, calon melamar itu tidak, tapi diajukan pertama kali oleh anggota tanwir Muhammadiyah. Anggota tanwir itu wakil-wakil wilayah Muhammadiyah se Indonesia,” terang Marpuji Ali.

Baca Juga :

Baca Juga : Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Cirebon Gelar Open House

Kemudian dari calon- calon yang ada itu akan diteliti Panitia Pemilih dari sisi  persyaratan-persyaratan yang seusai AD/ART Muhammadiyah. Mereka yang memenuhi syarat disebut calon sementara. Mereka akan diberi kesempatan menyampaikan pernyataan bersedia atau tidak untuk dicalonkan.

“Kalau ada calon yang menyatakan tidak bersedia, secara otomatis tidak akan menjadi calon tetap. Semua proses pencalonan ini sudah berjalan sejak 2019. Dan setelah terkumpul, diteliti tapi muktamar diundur kemudian berhenti (karena ada pandemi Covid-19),” terang Marpuji Ali.

Bagaimana Pemilihan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2022 – 2027? Ini Mekanismenya CirebonMU
Simulasi e-voting pemilihan  tahap kedua di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. (foto : Panitia Muktamar 48)

Kemudian pada Jumat, tanggal 18 November 2022 mendatang akan ada sidang Tanwir yang agendanya pemilihan calon tetap di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Marpuji Ali mengatakan bahwa tanwir adalah permusyawaratan tertinggi dibawah muktamar. Sidang Muktamar Muhammadiyah akan dilakukan di gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan pada hari Sabtu (19/11/22).

“Calon tetap dipilih 39 orang. Nanti 39 calon tetap akan dipilih 13 calon pimpinan. Urutan calon nomer 1 sampai 13 inilah yang disebut yang terpilih dalam Muktamar,” terangnya.

Baca Juga : Ayo Berkunjung ke Museum Muhammadiyah!

Marpuji Ali menerangkan, ketua umum akan ditetapkan dari 13 calon terpilih dalam Muktamar. Apakah mesti suara terbanyak? Tidak mesti. Yang terpenting ada kesepakatan 13 calon tetap ini.

“Kalau seperti ini, semua memenuhi persyaratan pemilihan, bukan asal politik uang. Suasana pemilihan seperti ini saya kita pemilihan yang anggun. Untuk melakukan rekayasa susah karena yang dipilih 13 orang,” tambah nya.

Mengenai isu pemilihan umum, Marpuji Ali mengatakan, bagi Muhammadiyah, yang penting calon yg terpilih memenuhi persyaratan dan punya kapasitas. (yan/rilis)

Sumber : Tim Media Muktamar 48

www.cirebonmu.com

Berita Terkait :

Panitia Muktamar Gelar Simulasi Tukar Mandat, Begini Alur Kerjanya

Simulasi Pemilihan Muktamar KE-48 di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS Diikuti Ketua Umum PP Muhammadiyah

Penerapan Teknologi di Muktamar Muhammadiyah ‘Aisyiyah Mulai E-Counting hingga E-Voting, Tetap Perhatikan Asas Kerahasiaan

Panitia Pemilihan Muktamar Gelar Simulasi Pemilihan di Gedung Edutorium UMS

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini