Manfaat Pembelajaran Model Project Based Learning

0
991

Oleh : Fathonah Basri, S.Pd.

Cirebonmu – Menjadi guru bahasa Inggris sebaikya mampu membuat sebuah model pembelajaran yang menarik, kreatif, dengan cara mengajar yang asyik, menyenangkan dan mudah di pahami. Dengan demikian, guru dapat membuat kesan yang baik dan menyenangkan bagi siswa sehingga siswa menjadi lebih tertarik untuk belajar, dan siswa merasa nyaman dalam proses belajar mengajar di kelas. Pemilihan model dan metode belajar yang tepat adalah hal yang sangat mempengaruhi dalam pencapaian hasil belajar. Contohnya dalam adalah penerapan metode Project Based Learning (PBL) pada mapel Bahasa Inggris materi teks procedure di kelas XI di SMK Farmasi Muhammadiyah 2 Kedawung.

Fathonah (2023) menyatakan bahwa Manfaat Pembelajaran model Project Based Learning pada pembelajaran materi teks prosedur yang penulis peroleh yaitu siswa menjadi pebelajar aktif, pembelajaran menjadi lebih interaktif atau multiarah, pembelajaran menjadi student centred, guru berperan sebagai fasilitator, mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, memberikan kesempatan siswa memanajemen sendiri kegiatan atau aktivitas penyelesaian tugas sehingga melatih mereka menjadi mandiri dan dapat memberikan pemahaman konsep atau pengetahuan secara lebih mendalam kepada siswa.

Tahapan pembelajaran menulis teks prosedur diawali dengan guru membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model satu lembar yang di dalamnya memuat empat komponen yaitu; tujuan pembelajaran, media, alat/bahan pembelajaran dan sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian hasil belajar. Materi teks procedure yang dipelajari siswa kelas IX terdapat kompetensi dasar pada ranah pengetahuan menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks prosedur secara kritis, kreatif dan santun terkait topik fenomena alam, sosial dan manual serta pada ranah keterampilan adalah mempresentasikan sebuh teks prosedur terkait topik fenomena alam.

Langkah-langkah model pembelajaran PBL yaitu:  Siswa diberikan apersepsi berupa video tentang tanaman hias  lalu diminta menjawab pertanyaan bagaimana merawat tanaman hias. Lalu siswa  menyampaikan idenya dengan menggunakan bahasa Inggris. Lalu guru menayangkan video tentang contoh teks prosedur, siswa mengamati dan menyebutkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan. Siswa berkelompok  membuat teks prosedur dengan topik cara membuat puding daun mangga , Siswa berdiskusi dan berkolaborasi dengan teman satu kelompok merumuskan dan  mengerjakan proyek membuat teks prosedur cara membuat produk puding daun mangga lalu mempresentasikan hasilnya di depan kelas, kelompok lain memberikan komentar atau pertanyaan terhadap presentasi temannya. Guru bersama siswa mengulas kelebihan dan kekurangan secara keseluruhan.

Agar mempermudah proses pemantauan, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan kegiatan yang penting.Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar kompetensi, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing siswa. Memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai siswa, membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya. Dan terakhir, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan dan hasil proyek yang sudah dijalankan.

Dengan model pembelajaran seperti ini siswa menjadi lebih antusias dalam pembelajaran, terbukti dengan respon mereka dengan berbicara menggunakan bahasa Inggris kemampuan mereka dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris meningkat dan nilai speaking mereka meningkat terutama dalam hal pengucapan kata.(***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini