SMK Farmasi Muhammadiyah 2 Kedawung Wujudkan Sekolah Anti Perundungan/Bullying

0
252

Cirebon, CM – Masalah perundungan dikalangan pelajar menjadi permasalahan krusial bagi pelajar di Indonesia, begitu juga di lingkungan SMK Farmasi Muhammadiyah 2 Kedawung. Hal ini diungkap oleh Kepala SMK Farmasi Muhammadiyah 2 Kedawung, Gita marthalia, M. Pd. I, saat ditemui cirebonmu, Selasa (10/10).

Gita menyampaikan, untuk menanggulangi permasalahan tersebut SMK Farmasi Muhammadiyah 2 Kedawung selain menciptakan pendidikan dan kesadaran anti-bullying dengan cara mengadakan seminar atau ceramah,  membuat kampanye kesadaran anti bullying juga menggunakan pendidikan karakter sebagai salah satu cara untuk memperbaiki moral siswa. Disinilah peran pendidik sangat diperlukan untuk mengajarkan dan menerapkan pendidikan karakter kepada peserta didik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata perundungan adalah proses, cara, perbuatan merundung yang dapat diartikan sebagai seseorang yang menggunakan kekuatan untuk menyakiti atau mengintimidasi orang-orang yang lebih lemah darinya. Arti lainnya dari perundungan adalah arti dari kata dalam bahasa Inggris yaitu bully.

Black dan Jackson (2007) mengatakan bahwa, bullying merupakan perilaku agresif tipe proaktif yang di dalamnya terdapat aspek kesengajaan untuk mendominasi, menyakiti, atau menyingkirkan, adanya ketidakseimbangan kekuatan baik secara fisik, usia, kemampuan kognitif, keterampilan, maupun status sosial, serta dilakukan secara berulang-ulang oleh satu atau beberapa anak terhadap anak lain.

Selanjutnya, perilaku bullying dapat dikelompokkan menjadi empat bentuk, yaitu: pertama, bullying secara verbal, bullying secara fisik, bullying secara relasional, dan bullying elektronik. Bullying dalam bentuk verbal adalah bullying yang paling sering dan mudah dilakukan.

Pendidikan karakter adalah suatu system penamaan nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia berakhlak. Dalam penerapannya, semua kompones sekolah (stakeholder) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko kulikuler dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.  Contoh  pendidikan karakter yang diterapkan di SMK Farmasi Muhammadiyah 2 Kedawung yaitu; Religius, Jujur, Toleransi dan menghargai, Disiplin dan peduli lingkungan. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini