Optimalkan Pendampingan, MPM PP Resmi Launching SARANMU dan Desa Sadar Perdagangan Manusia

1
92

CIREBONMU.COM, CIREBON — Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) seri Advokasi resmi ditutup pada Ahad (10/12) di Universitas Muhammadiyah Cirebon. Pada rangkaian acara penutupan SEKAM ini Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah me-launching program Sahabat Migran Berkemajuan (SaranMU) sekaligus Sosialisasi Pencanangan Desa Sadar Perdagangan Orang bekerjasama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Pembentukan Sahabat Migran Berkemajuan (SaranMu) sebagai bentuk ikhtiar Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah untuk mendampingi serta mengadvokasi pekerja migran dari sebelum berangkat sampai dengan pulang ke tanah air.

Hadir pada acara Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr. Nurul Yamin, Rektor UMC, Arif Nuruddin, S.T., M.T., dan mewakili Kepala BP2MI, Brigjend. Pol. I Ketut Suardana, serta Wakli Ketua PDM Kabupaten Cirebon, Ratija Brata Menggala.

Optimalkan Pendampingan, MPM PP Resmi Launching SARANMU dan Desa Sadar Perdagangan Manusia CirebonMU

Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr. Nurul Yamin mengatakan bahwa “SaranMu” ini merupakan sarana untuk memberikan informasi penempatan prosedural, mencegah TPPO dan juga upaya untuk mendekatkan program-program pemberdayaan masyarakat.

“Saya menyambut baik kerjasama MPM PP Muhammadiyah dengan BP2MI, dan ini menunjukkan komitmen keseriusan pemerintah dalam upaya mencegah TPPO sekaligus mendorong penempatan prosedural” tukas Yamin.

Yamin mengharapkan SaranMu menjadi mitra strategis BP2MI. Di sisi lain, lanjut Yamin, Muhammadiyah telah menjadikan isu pekerja migran sebagai isu strategis yang membutuhkan penanganan serius. Karena itulah, setelah dibentuk melalui SK MPM PP Muhammadiyah dengan nomor 384/KEP/I.10/L/2023, lalu pihaknya langsung bergerak dan menyebarkan ke 30 cabang Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah dan Aisiyah di luar negeri.

Optimalkan Pendampingan, MPM PP Resmi Launching SARANMU dan Desa Sadar Perdagangan Manusia CirebonMU

Dalam kesempatan ini, Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah, Brigjend. Pol. I Ketut Suardana, mewakili Kepala BP2MI, menyampaikan berbagai kebijakan dan terobosan layanan yang telah dilakukan BP2MI, khususnya selama 4 tahun terakhir yang memberikan penghormatan dan pemuliaan terhadap para PMI dan keluarganya. Selain itu, BP2MI masih berupaya untuk terus menekan penempatan nonprosedural dan menguatkan sinergitas dengan aparat penegak hukum dan organisasi kemasyarakatan.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif pembentukan “SaranMu” yang dibentuk MPM PP Muhammadiyah, sekaligus Desa Sadar Perdagangan Orang, karena masalah utamanya penempatan ilegal yang tidak kalah penting untuk ditangani adalah di hulunya, di tingkat desa,” dituturkan mantan Wakapolda Bali tersebut.

Lebih lanjut, Suardana menegaskan bahwa sekarang ini merupakan era kolaborasi, tidak bisa kita bekerja sendiri tanpa sinergi dengan berbagai elemen kebangsaan. (yn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini