Kick Off Pemberdayaan Ekonomi Penyintas Gempa Bumi Cianjur, MPM Lantik Jatam Cianjur

1
90

Cirebonmu, Cianjur  — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah menggelar Kick Off MPM di PDM Cianjur dalam rangkaian Milad Muhammadiyah ke-111 yang diselenggarakan oleh PDM Cianjur pada Ahad (10/12).

Agenda Kick Off Pemberdayaan Ekonomi Penyintas Gempa Bumi Cianjur ini juga dibarengkan dengan Pelantikan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), Ideopolitor PDM Cianjur, Rapat kerja PDM periode 2022-2027, pelantikan Jatam, penyerahan bantuan GuruMu, Bazar UMKM, dan serah terima wakaf.

Selain itu, dalam agenda ini juga menghadirkan Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief untuk mengisi Tabligh Akbar Resepsi Milad ke-111 Muhammadiyah sebagai agenda utama yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cianjur.

Ketua MPM PP Muhammadiyah yang diwakili oleh Anggota Bidang Daerah 3T dan Komunitas Khusus Ir. Didik Widiyantono, M.Agr. mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan oleh MPM PDM Cianjur dalam merespon apa yang telah terjadi di Cianjur.

“Apresiasi kita sampaikan kepada MPM Cianjur yang begitu tanggap, cepat merespon apa yang terjadi di Cianjur dengan menyusun program, menyusun proposal dan meneruskan ke MPM PP dan LazisMu,” jelas Didik.

Kick Off Pemberdayaan Ekonomi Penyintas Gempa Bumi Cianjur, MPM Lantik Jatam Cianjur CirebonMU

Menurut Didik, meskipun Kick Off belum dilaksanakan, akan tetapi MPM PDM Cianjur telah bergerak cepat melakukan beberapa kegiatan di beberapa bidang seperti pertanian, peternakan dan Bidang UMKM.

Di bidang pertanian misalnya telah dilaksanakan pemanfaatan lahan sekitar 1 hektar lebih untuk tanaman pisang serta beragam sayuran; di bidang peternakan dengan merealisasikan ternak domba; serta di bidang UMKM dengan menghasilkan produk berupa Cilok dan Ceriping.

Gerak pertanian menurut Didik, tidak cukup hanya dengan mendampingi serta memberdayakan pada aspek pertanian saja. Akan tetapi jauh dari itu, gerak pertanian juga harus menyentuh dan mencari pasar.

 “Untuk bergerak di bidang pertanian memang tidak bisa lepas dari agribisnis, jadi satu komunitas tidak bisa didampingi, diberdayakan hanya di tingkat farm nya saja, tetapi juga harus dicarikan pasarnya,” terang Didik.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PDM Cianjur Saepul Ulum, S.Ag., M.S.I. menerangkan bahwa Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) perlu didukung secara bersama, salah satunya dengan menggunakan produk yang dihasilkan oleh Jatam.

 “Jatam harus didukung oleh kita bersama, 125 penyintas, mereka juga harus ikut berbahagia dengan kita, salah satunya dengan menghabiskan produknya, dibeli, dikonsumsi oleh kita bersama,” tegas Saeful.

Hilman Latief dalam ceramahnya menyampaikan bahwa apa yang telah didapatkan Muhammadiyah di usia yang ke-111 merupakan hasil yang dirumuskan oleh para pendiri Muhammadiyah 100 tahun yang lalu.

Kendati demikian, Hilma latief juga mengingatkan bahwa ada tugas untuk mempertahankan langkah yang telah dilakukan Muhammadiyah untuk 100 tahun yang akan datang.

“Ada PR yang tidak mudah untuk mempertahankan agar kita bisa hidup lagi sampai 100 tahun akan datang,” pungkas Hilman Latief. (yn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini