PDM Kab Bantul Gelar Peneguhan Visi dan Komitmen Anggota Masa Jabatan 2022 – 2027

0
261
Kegiatan Peneguhan Visi dan Komitmen Anggota Pimpinan PDM Bantul di Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Kamis (1/6). (dok.pdm)

Bantul, CM  –  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul selenggarakan Peneguhan Visi dan Komitmen Anggota Pimpinan Masa Jabatan 2022 – 2027 bertempat di Amphitarium UAD Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Kamis (1/6).  Kegiatan yang berlangsung satu hari ini dihadiri oleh 13 Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan 314 Ketua-Anggota Majelis-Lembaga.

Arba Riksawan Qomaru, Ketua PDM Kab Bantul menyampaikan bahwa keberadaan PDM Bantul secara historis sudah berlangsung lama, baru secara administratif pada tahun 1966 disyakan oleh PP Muhammadiyah. Secara administrasi organisasi muh di bantul lebih besar daripada pemerintah daerah , dimana terselenggara 20 cabang muhammadiyah dari 17 Kecamatan/ Kapanewon di Kab Bantul & 108 ranting muhammadiyah di Kab. Bantul.  Potensi Muh bantul juga besar dimana saat ini pimpinan banyak dihuni usia antara 40-49 th dengan berbagai profesi.

Banyaknya varian idiologi dan infiltasinya di Yogyakarta menjadi tantangan bagi pimpinan dan warga muhammadiyah untuk tidak mudah goyah dan bimbang kebermuhammadiyahannya. Muhammadiyah adalah bagian dari Ideologi Islam, jangan sekali kali kamu menduakan pandangan Muhammadiyah dengan perkumpulan lain. Tujuan Muhammadiyah mewujudkan masyarakat Islam, bukan negara ataupun Khalifah  Islam, melalui peneguhan visi dan komitmen ini diharapkan pimpinan dan anggota muhammadiyah daerah kab bantul dapat menjadikan muhammadiyah sebagai organisasi yang moderat, mampu menjawab berbagai persoalan dalam berbangsa dan bernegara terutama didaerah masing masing, demikian Ikhwan Ahada Ketua PWM DIY dalam arahannya.

PDM Kab Bantul Gelar Peneguhan Visi dan Komitmen Anggota Masa Jabatan 2022 – 2027 CirebonMU
Muhammad Sayuti Sekretaris PP Muhammadiyah. (dok.pdm)

Sementara Muhammad Sayuti Sekretaris PP Muhammadiyah mengingatkan bahwa saat ini ada tantangan persyarikatan muhammadiyah yakni  pengembangan persyarikatan, AUM yang mengglobal,  keluhan ranting yang kurang berkembang dll. Tiga pendekatan yang perlu dilakukan untuk mensukseskan syiar persyarikatan adalah pendekatan bayani (penggunaan teks), pendekatan burhani  (menggunakan akal) dan pendekatan irfani (menggunakan hati). Organisasi muhammadiyah yang besar perlu dilakukan manajemen yang lebih baik, lebih terukur dan kebermanfaatanya lebih terasa bagi masyarakat. Akhir peneguhan Aris samsugito dan Purwono menyampaikan pentingnya sinergitas antar majlis dan lembaga serta mengoptimalkan sumberdaya muhammadiyah Bantul. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini