Setelah Sukses Gelar Muktamar ke 48, Panitia Akan Terbitkan Buku

4
80
Silaturahim panitia dan relawan Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ahad (4/11/22). foto : Tim Media Muktamar 48

SUKOHARJO, CM (4/12) – Panitia Penerima Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah mengatakan pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah di Surakarta pada Jumat-Minggu, 18-20 November 2022 berlangsung sukses. Dan untuk mengabadikan peristiwa penyelenggaraan panitia penerima akan membuat buku.

Ketua Panitia Penerima Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah, Sofyan Anif menyampaikan kesuksesan pelaksanaan muktamar dan rencana pembuatan buku tersebut saat silaturahim panitia dan relawan Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS),  Ahad (4/11/22).

Di hadapan 3000-an panitia dan relawan yang mengikuti silaturahim tersebut, Sofyan Anif menyampaikan ia sangat merasakan gema dan sukses muktamar kemarin tidak hanya dirasakan sedikit pihak tapi semua pihak, tidak hanya dari dalam negeri dan luar negeri.

Baca Juga : Pidato Perdana Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Terpilih dalam Penutupan Muktamar

“Maka saya ingin mengabadikan (penyelenggaraan Muktamar ke 48), saya minta Mas Ihwan (Ihwan Susila, Wakil Rektor Bidang III UMS) dan tim (buku itu) kita beri judul Kisah-kisah Inspiratif Dibalik Sukses Muktamar. Sebelum Januari atau akhir Desember bisa cetak sekaligus memberi laporan kepada PP Muhammadiyah,” kata Sofyan Anif yang juga Rektor UMS tersebut.

“Bahkan ada PWM yang sampai sekarang mengirim oleh oleh ke rumah saya sebagai tanda ucapan terima kasih karena memiliki kesan bagus tentang pelaksanaan muktamar di Surakarta. Bapak-bapak PP baik langsung atau lewat WA menyebutkan sebagai muktamar yang paling suksesi, paling megah, muktamar yang mampu menghadirkan penggembira paling banyak, muktamar yang bersih, muktamar yang menggembirakan, muktamar bermarwah, bermartabat,” kata guru besar bidang pendidikan UMS  tersebut.

Disampaikan Sofyan Anif kunci sukses pelaksanaan Muktamar ke 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah dimana UMS menjadi tuan rumah adalah adanya ikrar Muhammadiyah Memajukan, Muktamar Mencerahkan dan Panita Menggembirakan.

“Senjata kita sebenarnya hanya itu, yang selalu kita sampaikan gema, gelorakan. Sehingga kunci sukses kita hanya satu kekompakan, kebersamaan dan komitmen tinggi sehingga jadi kegiatan yang mendekati sempurna. Karena kalau sempurna hanya milik Allah,” kata Sofyan Anif.

Baca Juga : Launching Buku Sejarah Nasyiatul Aisyiyah pada Muktamar XIV di Bandung

Sofyan Anif menyampaikan tidak ada satupun yang mendapat catatan jelek dalam penyelenggaraan muktamar. Walaupun tetap ada juga introspeksi sebagai satu bahan evaluasi. Namun hal itu telah menunjukan penilaian dari internal Muhammadiyah bahkan non Muhammadiyah.

“Ada cerita seperti bu Nurlina, ada cerita yang menjual cincin pemberian suaminya dulu. Ada juga yang menjual sapi ada juga para santri dari Sragen, santri Dimsa, jalan habis Maghrib jalan ke edutorium setengah 7 pagi hanya semata menyukseskan Muktamar dengan membawa sembako untuk dapur umum,”jelas Sofyan Anif.

Sofyan Anif menyampaikan telah mendatangi 6 dapur umum yang dipersiapkan untuk penggembira. Namun setelah dilacak lagi ada 12 dapur umum yang dibuka untuk melayani penggembira oleh warga Muhammadiyah tanpa diperintah, dengan iuran sendiri tanpa diberi bantuan panitia.

Setelah Sukses Gelar Muktamar ke 48, Panitia Akan Terbitkan Buku CirebonMU
Ketua Panitia Penerima Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah, Sofyan Anif. (foto: Tim Media Muktamar 48)

“Belum lagi keluarga-keluarga yang secara pribadi masak dan diberikan ke masjid-masjid yang digunakan untuk penggembira,” kata Sofyan Anif.

Sofyan Anif mengungkapkan ada beberapa Rektor PTN dan PTM yang pada hari pembukaan muktamar ikut serta bersama penggembira berjalan menuju Stadion Manahan tempat dilakukannya pembukaan.

“Kisah-kisah ini nanti akan kita bukukan dan Insya Allah akan memberi inspirasi dan jadi motivasi besar dalam berdakwah amal ma’ruf nahi munkar dalam memajukan persyarikatan didalam memberi kontribusi lebih besar pada bangsa dan negara,”terang Sofyan Anif.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Penerima Muktamar ke 48, Bambang Sukoco menyampaikan hari ini telah diselenggarakan silaturahim untuk panitia dan relawan yang menghadirkan 3000 orang.

Baca Juga : Sah, Ketua Umum Baru Nasyiatul Aisyiyah Terpilih, Puspitarini Ke Puspitasari

“Acaranya sebenarnya ramah tamah paska penyelenggaraan muktamar. Guyonan itu kita tidak ada guyonan. Panitia yang mayoritas berasal angkatan muda Muhammadiyah merupakan tim sukses tujuan besar Muhammadiyah yaitu mewujudkan masyarakat yang utama,” kata Bambang.

Disampaikan Bambang Sukoco, tugas besar Muhammadiyah untuk mewjudkan masyarkat utama membutuhkan effort besar. Panitia dan relawan ini merupakan anak panah persyarikatan yang erkomitmen membantu mewujudkan cita-cita Muhammadiyah.

Bambang Sukoco, atas nama panitia, menyampaikan terima kasih kepada panitia, relawan, talent, PCM, ranting, PDM se Solo raya, se Jawa Tengah, amal usaha se Jawa Tengah, Forkompinda, camat-camat, masyarakat Solo, dan pihak-pihak lain. Dan permohonan maaf jika pada penyelenggaraan ini ada yang tidak berkenan. Tapi ini kami lakukan untuk berikhtiar memajukan Indonesia, mencerahkan semesta. (yan)

Sumber : Tim Media Muktamar 48

cirebonmu.com

Berita Terkait :

Ini Penggembira Yang Dapat Door prize Utama Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah

Softlounching Buku Jejak Langkah Siti Walidah Ramaikan Bazar Muktamar

Berangkat Naik Bus, Pulang Muktamar Mbah Nurlina Naik Pesawat

Penggembira dari Medan Wafat, PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Cita, Panitia Muktamar Beri Tali Asih dan Antar Pulang Jenazah

Pemungutan Suara Tercepat, Haedar Nasir Raih Suara Tertinggi Muktamar 48 Muhammadiyah Surakarta

Becak Stroom Jogja Siap Beroperasi Di Edutorium UMS Saat Muktamar

Presiden Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah Dorong Peningkatan Kualitas SDM Hadapi Kompetisi Global

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini